Aku Memohon Kepada-Mu

“Wahai pemilik cinta yang hakiki, pandulah kami..bimbinglah kami. Jangan biarkan kami sendiri melayari kehidupan ini. Biarlah kesakitan yang ENGKAU berikan sebagai kaffarah dosa dan silap kami. Sakit yang nampak di mata, jua sakit yang menyelinap ke dalam jiwa. Bantulah kami untuk mensucikan ruh dan hati. Izinkan kami menyintai dengan Cinta dan Kasih yang suci dari-Mu..sesungguhnya cinta, kasih dan sayang kami hanya kerana-Mu, Ya Rabbi.”
Ameen..ameen.

24 March 2011

ITU SEMUA ALASAN....!

Saat tubuh segar bugar,
Dihiasi busana berkilauan,
Jejaka menatap, bergetar keimanan,
Walau gaya potongan menidakkan suruhan TUHAN,
Dek mengikut tema dan kesesuaian zaman,
Sedangkan semua itu hanya alasan!

Saat mata melihat,tidak buta,
Dipandang, memandang kecantikan ‘taman larangan’,
Putih gebu, hitam manis, melonjak keghairahan,
‘Si ikan ada didepan si kucing jantan’,
Peluang keemasan, jangan disiakan,
Sedangkan semua itu hanya alasan!

Saat telinga mendengar, tidak tuli,
Suara manja menggoncang iman,’ halwa’ pendengaran,
Berita sensasi, gossip terkini,
Alunan cinta nafsu, membuai keasyikan,
Sekadar berhibur penawar kepenatan,
Sedangkan semua itu hanya alasan!

Saat mulut berbicara, tidak bisu,
Patah kata umpat-umpatan,
Bicara kesat, membuak kemarahan,
Biar luahan sangat melukakan,
Asal diri puas menuturkan,
Tercapai hasrat, maksud dan tujuan,
Konon perbincangan berpaksi kebenaran,
Sedangkan semua itu hanya alasan!

Beringatlah wahai tubuh yang segar bugar,
Beringatlah mata yang tidak buta,
Beringatlah telinga yang tidak tuli,
Beringatlah mulut yang tidak bisu,
ALLAH SWT tidak pernah lalai menyaksikan,
Malaikat di kiri kanan setia mencatat amalan,
Bertaubatlah, pohon keampunan.

Jangan menunggu mata rapat terpejam,
Telinga pekak, tidak mampu mendengar,
Mulut terkatup rapat, tidak sepatah terluah,
Tubuh segar, kaku di pembaringan,
Ketika itu, tiada guna penyesalan,
Kelak 'alasan' makan tuan!

Mencari dan terus mencari cinta ILAHI.
Jumpa lagi, InsyaALLAH.

BERBALASKAH CINTAKU..?

"Kita selalu mengucapkan cinta kepada ALLAH. Tetapi pernah tak kita terfikir, adakah ALLAH juga cinta kepada kita?"kata-kata suami di suatu petang, cukup menyentak jiwa ini.

Kuat!

Saya terdiam tidak membalas. Merenung-renung kebenaran dari bicaranya. Bukan tidak pernah terfikir, cuma selalu terlupa.

Berapa ramai manusia yang mengharap dirinya jatuh cinta, lalu setelah merasakan dirinya dicintai, membalas pula huluran kasih itu dengan cinta yang serupa. Maka jadilah mereka dua insan bercinta, saling kasih mengasihi.

Alangkah indahnya kala cinta bersemi, lebih indah bila kasih yang diberi berbalas cinta sejati.

Sebaliknya, bila cinta tidak dihirau, kasih dipandang sepi, bagai bertepuk sebelah tangan, kesakitan yang menjalar dari itu umpama menghulur sebungkus hadiah, tetapi akhirnya ia ‘mendarat’ di tempat sampah.

Sungguh pedih dan menyakitkan perasaan!


CINTA ALLAH
Namun, itu adalah tamsilan cinta sesama manusia. Tentu sahaja interpretasinya tidak sama dan sangat jauh berbeza dengan cinta kepada ALLAH Yang Maha Mencipta.

Kerana, cinta ILAHI bukan sebagaimana cinta Romeo terhadap Juliet, yang berpenghujung dengan kematiannya.

Cinta ILAHI bukan laksana cinta penuh rindu dendam dari Qais kepada Laila, sehingga hidupnya berpanjangan derita siang dan malam.

Juga, cinta ILAHI bukan umpama luahan cinta seorang jejaka kepada gadis yang diidam-idamkannya, sehingga ketika penolakan yang diterima, maka mengalirlah airmata dan hancurlah jiwa.

Sesungguhnya ALLAH SWT itu Maha Kaya. Maha suci DIA dari segala kekurangan cinta yang ada pada cinta manusia.

Andai cinta manusia banyak berakhir dengan kehancuran, rindu sesama mereka berisi kedukaan dan penderitaan, kasih yang diharapkan hanya berbalas curahan airmata dan menghancurkan jiwa, maka cinta ALLAH adalah sebalik dari semua itu.

Cinta ALLAH pasti berakhir dengan kebahagiaan.

Menyintai dan merindui-NYA berisi ketenangan dan kedamaian.

Rasa kasih kepada-NYA, walau masih mengalirkan airmata tetapi ia menghidupkan jiwa seumpama air hujan menyirami pepohonan.

Akan tetapi, berapa ramaikah yang mengambil berat akan ungkapan cinta kepada-NYA beriring rasa khuatir dan bimbang, akan berbalaskah lontaran cinta mereka kepada-NYA?


MAKNA KEHIDUPAN
Pada saya, jawapan kepada persoalan ini banyak dipengaruhi oleh bagaimana mereka menemukan hidup dan memandang nilai kehidupan.

Kita selalu mendengar beragam pendapat masyarakat ketika mereka ditanya apakah makna kehidupan di dunia ini. Sebahagian mengatakan kehidupan dunia ini ibarat pentas teater.

Pada satu-satu persembahan, beragam karektor dan watak akan dimainkan, ada peranan protagonis juga peranan antagonis. Ada orang yang kaya, ada pula orang yang miskin.

Di satu ketika lainnya, muncul peranan imam yang alim dan taat, dihangatkan pula dengan watak pembangkang, pemerintah yang zalim dan menindas rakyat. Lebih meriah setelah itu, penampilan watak penyelamat yang dijulang sebagai wira yang hebat dan lain-lain lagi. Ringkasnya, watak-watak yang diketengahkan banyak menyerupai kehidupan realiti.

Namun, apa yang ditampilkan diatas pentas teater itu hanya pura-pura, bukan satu kebenaran. Kalau ada yang kaya, dia bukan kaya sebenarnya, pun kalau ada yang miskin, kemiskinannya juga satu kepalsuan.

Justeru, bayangkan bagaimana andai kehidupan ini disamakan dengan watak para pelakon di pentas teater. Sudah pasti, kita akan mendapati orang yang taat kepada ALLAH, tapi taatnya hanya satu penyamaran. Taatnya hanya bila ada keperluan, taatnya hanya disaat ditimpa kemalangan, taatnya hanya kerana inginkan sanjungan.

Alangkah meruginya orang yang berpura-pura taat ini kerana ALLAH SWT hanya akan menerima ketaatan yang didasari keikhlasan dan ketulusan.

Tidak kurang juga, sebahagian yang lain mengatasnamakan kehidupan ini seumpama sebuah perjuangan, yang lazimnya diisi dengan sesuatu bersifat 'peperangan dan pertempuran’, sehingga mereka yang memaknai hidupnya sebegini, sering terasak dengan pengisian makna yang mereka letakkan sendiri.

Kehidupannya selalu diwarnai dengan ketidaktenangan, mereka seakan selalu merasa berhadapan dengan persaingan. Akibatnya, tidak kurang individu yang hidupnya jauh dari kedamaian, jauh dari ketenangan, juga jauh dari rasa persahabatan.


MEMAKNAI KEHIDUPAN
Memang benar, setiap orang berhak memiliki pandangan yang berbeza tentang bagaimana mereka mahu memaknakan kehidupan ini, namun andai direnung secara mendalam apalah yang ada pada sebuah panggung teater, yang wataknya hanya satu penyamaran. Apalah pula yang dapat dibanggakan pada sebuah perjuangan, andai ia sekadar pertempuran tanpa berpandu ajaran TUHAN.

Kerana itu, sudut pandang yang benar tentang kehidupan dan menepati kehendak ar Rahman adalah, kehidupan ini tidak lain hanyalah satu pengabdian kepada-NYA lantaran seorang ‘hamba’ sangat menyedari kedudukannya di sisi ‘TUAN’nya yang dipandang terhormat lagi mulia.

Firman ALLAH SWT :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Maksudnya : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. ( Surah az Zaariyat ayat 56 )

Keadaan inilah yang memudahkannya untuk menerima sebarang pertanggungjawaban baik ia berupa perintah yang wajib dilaksanakan, mahupun larangan yang mesti dijauhkan.

Dia tidak terbeban ketika ALLAH SWT mewajibkan ke atas hamba-hambaNYA untuk melaksankan syari’at, bahkan ketika ALLAH menyuruhnya untuk mengorbankan harta, menahan lapar dan dahaga dan seumpamanya, maka ia dengan rela dan ikhlas melakukan itu semua tanpa keluh kesah dan rasa terdera.

Begitu juga, ketika mana ALLAH SWT memerintahkan agar menjauhkan diri dari larangan-NYA, sungguhpun perkara tersebut sangat diinginkan oleh nafsunya yang membara, ia berusaha untuk menjauhkan diri bahkan menghampirinya juga tidak sesekali.


‘UJIAN’ CINTA
Justeru itu, ALLAH SWT mewar-warkan di dalam firman-NYA:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Maksudnya :"Katakanlah: ""Jika kamu (benar-benar) mencintai ALLAH, ikutilah aku, nescaya ALLAH mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Dan ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." ( Surah ali Imran ayat 31 )

Di dalam hal ini, Imam Hassan al Basri rahimahullah pernah mengungkapkan :

“Suatu kaum mengaku cinta kepada ALLAH, lalu ALLAH menguji mereka dengan ayat ini.”
(Tafsir Ibnu Kathir 2/229 )

Hakikatnya, ‘ujian cinta’ yang ALLAH letakkan pada ayat di atas sangat tepat sebagai penentu dan kayu ukur kepada kebenaran dakwaan yang dinyatakan. Berapa ramai dari manusia hari ini yang mengaku beriman dan menuturkan cinta kepada TUHAN, tetapi masih tega melanggar perintah dan larangan-NYA.

Ditambah pula kesibukan mengejar pangkat dan harta sehingga doa dan munajat kepada Yang Esa semakin sirna. Kebohongan demi kebohongan dilakukan demi meraih tumpuan dan sokongan manusia. Tidak kurang juga mereka yang berbuat kerosakan atas nama agama, memutuskan silaturrahmi, bersifat perkauman dan lebih malang, ada yang mendahulukan kehendak nafsu sendiri dari mengutamakan kehendak ILAHI.

Inikah yang digembar gemburkan sebagai menyintai-NYA?


BERBALASKAH CINTAKU?
Lantaran itu, saban kali mengungkapkan cinta pada Yang Maha Esa, rasa malu akan muncul lebih dulu. Disusuli rasa rindu berbelai tangisan hiba.

Berbalaskah cintaku?

Terkenang beberapa untaian ayat-ayat cinta-NYA, juga ingatan daripada junjungan Rasul yang mulia, sebagai panduan dan pedoman bagi menjawab persoalan yang menerpa.

Firman ALLAH SWT :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Maksudnya : “Wahai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak ALLAH akan mendatangkan suatu kaum yang ALLAH mencintai mereka dan mereka pun mencintai-NYA, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan ALLAH, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah kurnia ALLAH, diberikan-NYA kepada siapa yang dikehendaki-NYA, dan ALLAH Maha Luas (pemberian-NYA) lagi Maha Mengetahui.” ( Surah al Maidah ayat 54 )

Dan firman-NYA lagi :

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ

Maksudnya : “Kerana itu, ingatlah kamu kepada-KU nescaya AKU ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-KU, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-KU.” ( Surah al Baqarah ayat 151 )

Juga sabda baginda SAW yang bermaksud :

“Sesiapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi ALLAH hendaklah dia mengamati kedudukan ALLAH dalam dirinya. Sesungguhnya ALLAH menempatkan hamba-NYA dalam kedudukan sebagaimana dia menempatkan ALLAH pada dirinya“. ( Hadis riwayat al Hakim )

Akhirnya, mari kita sama-sama berdoa agar lafaz cinta yang dizikirkan, bukan sekadar manis di bibir sahaja. Bahkan, cinta itu kita buktikan melalui perakuan, perkataan dan perbuatan yang mendekat kita kepada DIA yang kita cinta :

“Ya ALLAH, sesungguhnya aku memohon kepada-MU; perbuatan yang memiliki banyak kebaikan, dan meninggalkan berbagai macam kemungkaran, mencintai orang-orang miskin dan ENGKAU mengampuni serta menyayangiku. Dan jika ENGKAU menimpakan fitnah (malapetaka) bagi suatu kaum, maka wafatkanlah aku dalam keadaan tidak terimbas fitnah itu. Dan aku memohon kepada-MU rasa kecintaan pada-MU, dan cinta pada orang-orang yang mencintai-MU, juga cinta pada amal perbuatan yang akan menghantarkan aku untuk mencintai-MU.” ( Hadis riwayat Ahmad )

Sesungguhnya, tiada yang lebih indah selain beroleh pengiktirafan cinta dari-NYA :

“Jika Allah mencintai seorang hamba maka DIA berfirman: “Wahai Jibril sesungguhnya aku mencintai si fulan maka cintailah dia.” (Riwayat Imam Ahmad)

Mencari dan terus mencari cinta ILAHI.

Jumpa lagi, InsyaALLAH.

HATI YANG PALING INDAH

Sehingga saat ini, saya masih termenung panjang tatkala mengulang baca sebuah sajak yang baru saya siarkan dua hari yang lalu.

CINTA 100%.

Andai ada yang bertanya, berapa peratuskah cintamu untuk ayah ibumu?
Pasti jawapanku, 100%.
Andai ada yang bertanya, berapa pula peratus cintamu pada suamimu?
Pasti jawapanku, 100%.
Andai ada yang bertanya, berapa peratuskah cintamu untuk anak-anakmu?
Pasti jawapanku 100%.
Andai ada yang bertanya, berapa pula peratus cintamu untuk saudara seakidahmu?
Pasti jawapanku, 100%.

Andai mereka bertanya, lalu berapa pula peratus cintamu untuk dirimu sendiri?
Pasti jawapanku, 100%.
Andai mereka keliru lantas tertanya-tanya, masakan begitu?
Bukankah setelah dibahagi, cinta itu pasti berkurang peratusannya?
Pasti jawapanku, beserta senyum malu-malu,
Ada satu di dunia ini, walau dibahagi seberapa banyakpun, ia tetapkan sama..
Tidak berkurang walau sedikitpun,
Itulah CINTA

Anugerah paling berharga dari Yang Maha Esa.
KETIDAKADILAN
Saya akui, dalam melewati pertengahan usia tiga puluhan ini, dari sehari ke sehari kian kerap saya mengimbas pengalaman masa lalu, mengutip pengajaran dari kehidupan, terutama kenangan-kenangan yang pahit dan mencabar. Yang banyak merobek hati dan menitiskan airmata kepedihan.


Walau siapa pun saya, saya tetap seorang manusia biasa yang adakalanya tewas dengan emosi sendiri. Dan saya yakin, tiada seorang pun yang terkecuali dari mengalami situasi ini.


Telah banyak kita membaca, mendengar dan menyaksikan, bagaimana sebahagian orang mencurahkan kasih sayang yang tidak berbelah bagi kepada anak-anak; makan minumnya dijaga rapi, pakaian, permainan, hiburan dan segala yang diinginkan oleh si anak dari kecil hingga menginjak dewasa diberi tanpa banyak soal.


Namun, bila melihat sikap si anak yang bagai melupakan budi orang tua, mereka kecewa. Limpahan kasih mereka kepada si anak dibalas dengan curahan kata-katanya yang menyakitkan, memberontak, tidak mendengar nasihat dan seumpamanya.


Berapa ramai pula para isteri yang meluah masalah, telah melakukan yang terbaik untuk suami tercinta. Memasak makanan kesukaannya, menatahias kediaman mereka agar bersih dan selesa, membasuh dan menyediakan pakaiannya, mengasuh dan mendidik anak-anak sewaktu ketiadaan suami di rumah, berusaha menenangkannya saat suami berhadapan masalah, merawat kesakitannya dan lain-lain khidmat bakti seorang isteri buat suami yang dikasihi.


Namun, bila satu-satu ketika, isteri juga memerlukan perhatian serupa, suami bagaikan tidak perasan, lebih bersikap acuh tak acuh dalam mempamerkan penghargaan. Lalu, isteri makan hati dan merajuk kerana merasa dirinya tidak dihargai dan disayangi.


Demikian seterusnya, suami menjeruk rasa terhadap isteri, rakan sesama rakan, jiran antara jiran, pendakwah terhadap mad’unya, kakitangan bawahan terhadap majikan/pihak atasan mereka dan lain-lain lagi.

Di satu pihak mereka merasa hanya banyak memberi, tetapi tidak terlalu kerap menerima.


Terbit justifikasi, adilkah keadaan sebegini?


KISAH SEKEPING HATI

Suatu ketika, seorang pemuda yang tampan berdiri di tengah-tengah kota dan mendakwa bahawa dia memiliki sekeping hati yang paling cantik. Lalu diangkat hatinya setinggi yang boleh agar kilauan dari hati yang indah itu dapat dilihat oleh orang lain di sekitarnya.

Tersebar bicara kekaguman orang ramai. Sememangnya hati pemuda itu, tiada cacat celanya. Tidak carik walau sedikitpun. Permukaannya licin sempurna. Warnanya juga segar dan menyerlah pesona seorang anak muda.


Pemuda tampan itu mulai merasa bangga dengan pujian yang diterima. Sorakannya semakin kuat mewar-warkan betapa indah sekeping hati yang dimilikinya.


Tiba-tiba, di tengah-tengah keriuhan itu, muncul seorang tua. Langkahnya perlahan menuju ke arah pemuda tampan. Lagaknya, seolah dia mahu membicarakan sesuatu.


“Wahai anak muda, mengapa kulihat hatimu hampir tidak seindah hatiku?” Orang tua tersebut bertanya dalam nada suara yang agak lemah tetapi penuh keyakinan. Orang ramai dan si pemuda mulai berkeliling mengerumuni orang tua.


Mereka mendengar degup yang kuat tercetus dari hatinya, tetapi hati itu dipenuhi luka. Di satu sisi, kelihatan permukaannya bertampal-tampal. Ada potongan hati yang diambil dan potongan yang lain dimasukkan ke dalamnya, tetapi ia kelihatan tidak berpadanan. Pada satu sudut yang lain, terdapat pula beberapa tanda patah. Bahkan, di beberapa tempat, terdapat lubang yang dalam, di mana seluruh bahagian permukaannya telah hilang.

Melihat itu, orang ramai saling berpandangan.


TERTANYA-TANYA

"Bagaimana orang tua ini boleh mengatakan bahawa hatinya lebih indah?" fikir mereka.

Sementara itu, pemuda tampan tertawa.

"Tentu engkau bergurau, wahai orang tua," katanya.

"Kalau dibandingkan hatimu dengan hatiku, apa yang aku ada ini adalah sangat sempurna, sedangkan kepunyaanmu begitu berantakan dengan bekas-bekas luka dan air mata," lanjutnya lagi.

"Ya, memang benar" tukas si tua penuh kesabaran.


"Kepunyaanmu adalah sempurna, namun aku tidak sesekali akan menukarnya dengan hatimu. Andai saja kau lihat wahai anak muda, setiap bekas luka di hatiku ini mewakili setiap seorang yang telah aku berikan cintaku buat mereka. Aku merobek sepotong hatiku dan memberikannya kepada mereka, dan setiap kali itu juga mereka memberiku sepotong dari hati mereka untuk mengisi tempat kosong di hatiku ini, tetapi kerana potongan-potongan itu tidak tepat, lalu menyebabkan ketidaksempurnaannya, bahkan ia kelihatan kasar dan tidak rata.


Namun, aku tetap menghargainya, kerana pemberian mereka mengingatkanku pada cinta yang terbina bersama antara kami. " Panjang lebar bicara orang tua. Si pemuda tampan terpaku mendengar patah katanya.


"Kadang-kadang aku telah memberikan potongan hatiku, tetapi orang yang kuberikan potongan hatiku itu, tidak memberikan kembali sepotong hatinya kepadaku. Inilah yang mengakibatkan wujudnya lubang-lubang ini. Kau tahu wahai anak muda, sesungguhnya memberikan cinta adalah bermakna memberikan peluang dan kesempatan. Walaupun bekas robekan itu menyakitkan, ia akan tetap terbuka lantas mengingatkanku tentang cinta yang masih aku miliki untuk mereka. Dan aku berharap suatu ketika nanti mereka akan kembali dan mengisi lompong-lompong kosong yang sekian lama kutunggu-tunggu agar ia diisi.

Nah, sekarang fahamkah engkau tentang kecantikan sejati? " Si tua mengakhiri kata-katanya.
 
Pemuda tampan itu terus terdiam. Dia menundukkan kepala dengan air mata mengalir di pipinya. Dia menghampiri orang tua, mengambil hatinya yang sempurna, muda dan cantik itu dan merobek keluar satu potongan darinya. Dia menawarkan potongan tersebut kepada orang tua dengan tangan gementar.

Si tua itu menerima pemberian tersebut lalu meletakkannya pada hatinya dan kemudian mengambil pula sepotong dari bekas luka lama di hatinya dan menempatkannya untuk menutup luka di hati pemuda itu.


Sungguhpun ia sesuai, tetapi ia tidak sempurna, kerana ada beberapa tanda patahan.

 
Orang muda itu menatap hatinya yang tidak lagi sempurna tetapi kini lebih indah dari sebelumnya, lantaran cinta dari hati orang tua itu kini mengalir kepada hatinya. Mereka bergandingan dan berjalan bersama meninggalkan orang ramai terus terpaku dengan peristiwa menginsafkan itu.


HATI YANG PALING INDAH

Saya menangis. Seakan terpancar kefahaman di dalam diri ini bagaimana anjuran ‘mencintai’ yang dimaksudkan oleh junjungan mulia, Muhammad SAW menerusi sabdanya yang bermaksud :


“Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah SAW, dari Rasulullah SAW, baginda bersabda: Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)


Ia bermaksud, memberi sepenuh hati. 100%. Yang terbaik!


Sebagaimana kita menginginkan yang terbaik buat diri sendiri, begitulah juga sewajarnya yang kita lakukan/berikan kepada orang di sekitar.


Tetapi, dengan satu ingatan. Jangan pula mengharap balasan yang sama, 100% , terhadap apa yang telah diberikan itu, kerana bila pemberian mengharap balasan, maka dibimbangi tiada lagi keikhlasan padanya.


Justeru itu, tidak hairan mengapa Rasulullah SAW diiktiraf oleh ALLAH SWT sebagai semulia-mulia insan. Setelah sekian banyak hinaan, cacian dan penderitaan yang dialami, baginda tetap tampil menyebar salam beserta senyuman.


Tujahan batu-batu, diganti dengan kalungan doa, lemparan najis, diganti dengan untaian budi.


Firman ALLAH SWT :


وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ


Maksudnya : “Dan sesungguhnya engkau ( wahai Muhammad ) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” ( Surah al Qalam ayat 4 )


Justeru itu, mari bersama kita usahakan, walau kasih tidak dihargai, kita tetap memberi. Walau khidmat tidak dipeduli, kita terus mencurah bakti.


Ingatlah, andai satu ketika kita tidak mengenal erti kehancuran, kita tidak akan pernah tahu apa yang membuatkan kita utuh dan teguh untuk hari-hari seterusnya.


Yakinlah :
 
ALLAH mahu mendidik kita, DIA ingin mengingatkan kita bahawa tiada cinta yang sempurna selain cinta-NYA, yang hanya dapat dirasakan oleh pemilik hati-hati yang mendekatkan diri kepada Yang Maha Esa.

Hati yang sering dilukai lalu sembuh setelah dirawat dengan zikir kepada ilahi, adalah hati yang indah, bercahaya dengan kasih dan sayang dari Yang Maha Esa. Walaupun luka masih ada, namun sifat sabar, reda dan bersedia memaafkan menjadi ‘antiseptik’ yang menahan luka itu dari dijangkiti kuman dendam yang membawa derita berpanjangan.

Akhirnya, bersyukurlah andai memiliki hati yang sering dilukai, kerana dengannya kita belajar menjadi seorang yang lebih mengerti, memahami dan menghargai.


Terus memuhasabah diri ini……

Mencari dan terus mencari cinta ILAHI.

Jumpa lagi, InsyaALLAH......

22 March 2011

Sahabat.....


Sahabat,
Hulurkanlah tanganmu bila aku terjatuh,
Pimpinlah tanganku bila aku tersesat,
Hamparkanlah bahumu saat aku berduka
Peluklah aku bila aku Berjaya

Sahabat,
Aku tidak berharap kau menjadi insan sempurna,
Kerna aku juga tidak sempurna,
Aku tidak harap kau sebagai pelindungku
Aku hanya berharap agar kau memberi sedikit semangatmu,
Untuk aku berdiri tegak,
Berani menempuh arus hidup yang makin ganas gelombangnya.

Sahabat,
Genggamlah tanganku andai engkau tidak mampu berdiri sendiri,
Peluklah aku tika kesepian menemanimu,
Tangan ni tidak pernah kuat untuk memegangmu,
Tapi aku percaya keikhlasanku cukup teguh untuk menolongmu,
aku memerlukanmu seperti mana kau memerlukan aku.


p/s: sila beri komen anda. khas bt semua yg bergelar Sahabat. Jangan biarkan Sahabat anda terus terluka. fahamilah mereka seperti mana mereka memahami anda....

Cinta....?


Cintailah sesiapa pun
Asalkan cinta itu Dapat memberi lorong
Sebaik – baiknya untuk kita Terus mencintai Allah S.W.T
Cinta yang hanya kepada Allah S.W.T akan
menjadikan Kita lebih khusyuk dalam solat
Bertambah pula ibadat & ketaqwaan kepada Allah S.W.T
Jika hubungan dengan Allah S.W.T semakin jauh
Diri semakin lalai itu ertinya CINTA NAFSU
Jauhilah zina mata & hati.

Ya Allah... Kurniakan kami
Cinta-Mu sebelum kami mengemis cinta manusia

Rahsia kejayaan pejuang
Agama Allah S.W.T  ialah
Menundukkan nafsu yang menguasainya

            CINTA TAK SEMESTINYA DILAFAZKAN
CINTA ITU WUJUD DI DALAM HATI
WALAUPUN KITA TIDAK MELUAHKAN
RASA CINTA ITU KEPADA SI DIA
ITU TETAP DINAMAKAN CINTA
CINTA KEPADANYA TAK BERMAKNA
KITA AKAN BERSAMANYA.

Kiranya tiada cinta insani untukmu
Cukuplah cinta Allah penyuluh hidup
Kerana kelak akan ada cinta untukmu
Dari insan yang mencintai Allah
Sebagaimana cinta mu kepada Allah

“MEMBERIKAN SELURUH CINTAMU
KEPADA SESEORANG BUKANLAH
JAMINAN DIA AKAN MEMBALAS
CINTAMU JGN MENGHARAP
BALASAN CINTA”

‘Tunggulah cinta mekar di hatinya
Jika tidak... berbahagialah kerana cinta
Tumbuh di hatimu’

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang
Yang tidak mencintaimu tapi lebih menyakitkan
Bila mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki
Keberanian untuk meluahkan cinta kepadanya.

Buat Mama & Abah


Fahmi anak anak mu
Ingin memohon restu
Wahai mamaku wahai abahku
Ampunkan dosa dosaku
Aku hulurkan salam
Untuk rasul junjungan
Moga disyafaatkan

YA ALLAHU YA RABBI
YA FATAHU YA A’LIM
YA RAHMANHU YA RAHIM

Wahai Tuhanku kasihi aku
Kasih mama dan abahku
Wahai Tuhanku rahmati aku
Rahmati mama dan abahku

Selamatkan meraka dari azab neraka
Dan bencana dunia
Hubungkan mereka dengan talimu
Amin Ya Rabbal’alamin

Wahai Tuhan limpahkan hidayah Mu
Untuk abah dan mamaku
Wahai Tuhanku  berkati aku
Berkati mama abahku

Sayangilah mereka seperti mana
Mereka menyayangiku
Dan mengasihi aku waktu kecilku
Tak terbalas budi jasanya

Wahai mamaku wahai abahku
Didiklah anak anakmu
Moga menjadi penyejuk di mata
Penawar resah hatimu

Ampunkan segala keterlanjuranku
Halalkan makan minumku
Doakan semoga aku selamat
Di dunia dan di akhirat.

21 March 2011

Hepatitis B @ Barah Hati

Apakah itu kanser hati?

Kebanyakan kanser mengambil sempena nama bahagian tubuh di mana kanser tersebut bermula. Kanser hati primer terjadi apabila sel-sel hati berubah dan menjadi malignan. Ia berasal dari hati bukan hasil perebakan (metastasis). Metastasis berlaku apabila sel-sel kanser yang berasal dari bahagian lain dalam tubuh manusia merebak kehati.Kanser hati ini juga dikenali sebagai hepatoma.


Bagaimanakah kanser hati ini boleh diperjelaskan?

Kanser hati ataupun hepatoma ini biasanya lebih lazim berlaku di negara-negara Asia. Secara purata, pesakit kanser ini kebanyakannya berumur antara 40 hingga 50 tahun. Ia didapati empat kali ganda lebih kerap berlaku di kalangan kaum lelaki berbanding dengan kaum wanita .
Tumor hati merupakan sejenis kanser yang jarang berlaku di dunia Barat. Tetapi ia merupakan antara beberapa jenis kanser yang paling biasa menyerang penduduk-penduduk Asia dan Afrika.
Tumor hati primer iaitu tumor yang bermula dari tisu hati itu sendiri boleh di bahagikan kepada tumor benigna dan tumor malignan.

Tumor benigna hati:

Adalah lebih biasa berlaku berbanding dengan tumor hati malignan.
Ianya termasuk hemangioma, adenoma dan hiperplasia nodul fokal.

Tumor malignan hati:

Termasuklah hepatoma (kanser hati primer), kanser kolangioselular, gabungan kanser hepato-kolangioselular dan angiosarkoma.

TUMOR BENIGNA HATI
Hemangioma

Hemangioma merupakan tumor hati yang paling biasa berlaku.
Kerapkalinya ia dikesan secara kebetulan melalui pengimbasan CT atau ultrasound.
Pengimejan resonan magnetik (MRI) juga digunakan untuk membuat diagnosis hemangioma.
Rawatan bagi kebanyakan penyakit ini termasuklah:
Apabila ketumbuhan menimbulkan gejala, pembedahan merupakan rawatan pilihan. Pembedahannya bergantung pada saiz dan kedudukan atau lokasi ketumbuhan tersebut. Ia mungkin merupakan hanya satu pembedahan kecil (reseksi) atau satu pembedahan lanjutan hepatektomi (eksisi organ hati).
Jika pembedahan dilakukan, ia biasanya diikuti dengan rawatan sinaran atau radiasi.

Adenoma

Tumor jenis ini lebih lazim berlaku di kalangan kaum wanita muda yang mengambil pil perancang keluarga (kontraseptik) terlalu lama.
Selalunya terdapat ketulan dalam abdomen dan terasa sakit.
Kira-kira 1/3 dari pesakit mengalami pendarahan sekunder dalam abdomen dan tumor pecah.
Kebanyakan pesakit yang mendapat tumor ini akan dibedah. Tujuannya adalah sama ada disebabkan oleh pendarahan itu ataupun untuk mengesahkan diagnosis ketumbuhan tersebut.

Hiperplasia nodul fokal

Ketumbuhan ini selalunya tidak menimbulkan sebarang gejala dan ditemui secara kebetulan.
Pesakit yang mengalami kesakitan sebagai gejala awal atau primer mungkin memerlukan pembedahan. Rawatan pembedahan biasanya dilakukan ke atas mereka yang ada gejala atau di kalangan mereka yang diagnosisnya tidak dapat dipastikan.


TUMOR MALIGNAN HATI YANG LAIN
Kolangiokarsinoma

Kolangiokarsinoma merupakan tumor malignan hati yang berasal dari duktus hempedu. Ia boleh dibezakan dengan hepatoma (kanser hati primer) melalui perkaitannya dengan penghasilan musin dan tindak balas tisu berseratnya yang tebal. Pesakit selalunya diserang demam, jaundis (kekuningan kulit dan bahagian mata yang putih) dan kesakitan.
Tumor ini sukar dirawat kerana ia tidak dapat dibedah disebabkan ia multisentrik (mempunyai banyak pusat). Terapi sinaran dan kemoterapi didapati tidak berkesan untuk merawat kanser jenis ini.


Angiosarkoma

Kanser hati jenis ini jarang berlaku. Ia biasanya multisentrik. Tumor ini lazimnya besar, multisentrik dan mudah merebak. Pesakit selalunya mengadu sakit abdomen, terasa letih, penurunan berat badan, anoreksia (hilang selera makan) dan perut membuncit. Pesakit juga mungkin mendapat jaundis.
Diagnosis dibuat melalui arteriografi dan diikuti oleh pengimbasan CT. Prognosis (kesan) bagi penyakit ini adalah tidak baik - kemandirian hanya beberapa bulan sahaja dan tidak banyak yang boleh dilakukan untuk menyelamatkan pesakit.

Bagaimanakah kanser hati ini terbentuk?

Hati merupakan organ utama dalam tubuh manusia yang bertanggungjawab menyingkirkan toksin, dadah dan racun keluar dari tubuh. Ini dilakukan dengan memecahkan toksin tersebut kepada sebatian berpigmen dan kemudiannya diangkut keluar melalui duktus ke dalam usus. Apabila virus, dadah atau alkohol merosakkan hati, sebatian berpigmen ini akan terkumpul, menyebabkan berlakunya jaundis, atau kekuningan bahagian mata putih. Biasanya sel-sel hati inilah yang menjadi kanser.  Terdapat pelbagai bentuk atau pola histologi bagi hepatoma. Hepatoma boleh wujud dalam dua bentuk: Tumpuan (fokus) dan berbaur. Bentuk fokus atau tumpuan ini dapat dilihat sebagai jisim yang bulat atau berlobul, biasanya wujud dalam jumlah yang banyak. Bentuk berbaur atau tersebar pula lebih sukar untuk didiagnoskan. Dari sampel spesimen yang telah dipotong didapati kebanyakan kes hepatoma ini telah merebak ke bahagian vena portal. Ini boleh melibatkan vena hepatik, vena kava, dan vena portal dan dipercayai merupakan punca utama metastasis.

Apakah faktor-faktor yang boleh meningkatkan risiko kanser hati?

Mereka yang berisiko termasuklah:
Peminum alkohol.
Pembawa Hepatitis B.

Ingat:

Elakkan pengambilan alkohol yang berlebihan. Ia dikaitkan begitu rapat sekali dengan masalah kanser hati terutama di negara-negara maju.  Pembawa Hepatitis B berisiko lebih tinggi untuk mendapat kanser hati terutamanya jika mereka memiliki virus yang aktif ataupun jika mereka mengalami kerosakan hati*.

Apakah tanda-tanda dan gejala kanser hati?

Terdapat beberapa gejala yang anda perlu ketahui:  Gejala-gejala yang utama adalah kesakitan di bahagian abdomen, susut berat badan dan hilang selera makan. Gejala-gejala ini juga wujud apabila hati dijangkiti virus seperti Hepatitis A atau B. Berwaspadalah kerana hampir 30% dari pesakit tidak menunjukkan sebarang gejala.  Demam yang tidak diketahui puncanya juga merupakan gejala yang biasa berlaku. Asites atau busung (pengumpulan cecair dalam rerongga peritoneum yang menyebabkan abdomen menjadi kembung). Cecair ini biasanya mengandungi kandungan protein yang tinggi dan mungkin bercampur dengan darah.

Bagaimanakah kedudukan penyakit ini?

Kanser hati merupakan penyebab utama yang ketiga kematian akibat kanser di seluruh dunia (450,000 - 1,000,000 kematian setahun di seluruh dunia). Secara globalnya, kira-kira 80% daripada jumlah kematian dikaitkan dengan jangkitan Hepatitis B (dengan atau tanpa pendedahan kepada aflatoksin) manakala 15% lagi dikaitkan dengan sirosis Hepatitis C yang kronik.  Angka sebenar mengenai kanser di Malaysia masih tidak diketahui. Kanser merupakan di antara tiga penyebab utama kematian di hospital-hospital kerajaan di Semenanjung Malaysia dan akan terus menjadi semakin penting untuk diberi perhatian. Insidens atau kejadian kanser di Malaysia dianggarkan sebanyak 130 bagi setiap 100,000 penduduk. Berdasarkan kepada Laporan Kementerian Kesihatan*, kanser hati merupakan di antara 10 kanser yang paling kerap dikesan di Institut Radioterapi & Onkologi, Hospital Kuala Lumpur. Pada tahun 1997, kematian yang disebabkan oleh kanser hati merangkumi sebanyak 9.1% dari kematian yang disebabkan oleh kanser di Malaysia.

Apakah komplikasi yang mungkin boleh terjadi?

Metastasis - kanser tersebut boleh merebak ke bahagian-bahagian badan yang lain.

Apakah ujian yang boleh dilakukan untuk mengesan kanser hati?

Ujian darah untuk mengukur kandungan alfa-fetoprotein (AFP) - sejenis penanda tumor - bagi pesakit kanser hati, ia akan menunjukkan peningkatan sebanyak 80%. AFP juga boleh meningkat semasa kehamilan ataupun dalam kanser-kanser jenis lain. Ujian fungsi hati juga berfaedah untuk menentukan tahap kerosakan pada hati.  Ultrasonografi ataupun pengimbas CT (Tomografi Berkomputer) untuk mengimbas hati adalah penting dalam membuat diagnosis. Apabila diagnosis telah dibuat, angiografi mungkin diperlukan untuk memastikan sama ada pembedahan boleh dilakukan ataupun tidak. Ketika angiografi dijalankan, sejenis pewarna X-ray akan disuntik ke dalam saluran darah di bahagian kelangkang pesakit. Kemudiannya, beberapa pengimejan X-ray hati akan diambil. Pewarna yang disuntik itu akan bergerak menuju ke hati dan menunjukkan garis bentuk kedudukan serta keadaan kanser yang dipaparkan dalam X-ray.  Biopsi - teknik biopsi perkutaneus meliputi penyedutan sitologi menggunakan jarum halus (FNA - Fine Needle Aspiration) ataupun biopsi jarum teras (Core Needle Biopsy). Biopsi jarum ini boleh dilaksanakan secara langsung dengan bantuan ultrasound ataupun CT, secara tidak langsung ke dalam jisim yang boleh dirasa, ataupun dengan menggunakan peralatan laparoskop.

Apakah jenis rawatan yang boleh diberikan?

Kemoterapi menggunakan dadah untuk merawat kanser. Dadah-dadah ini bertindak dengan mengganggu pertumbuhan sel-sel kanser dan seterusnya membunuh sel-sel kanser tersebut. Kemoterapi boleh diberikan dengan pelbagai cara. Rawatan keseluruhan badan dikenali sebagai 'kemoterapi sistemik', manakala rawatan di sesuatu bahagian tertentu dikenali sebagai 'kemoterapi setempat'. Kemoterapi diberikan melalui pelbagai cara: secara oral (melalui mulut), melalui vena (intravena) ataupun melalui arteri (intra-arteri).  Kemoterapi dan radioterapi memainkan peranan yang kecil sahaja dalam rawatan kanser hati. Dadah-dadah kemoterapi hanya mampu mengecutkan kanser di kalangan kira-kira 30% pesakit. Kesan sampingan seperti keguguran rambut yang sementara, rasa loya dan muntah-muntah, penurunan jumlah sel darah putih dan rasa letih (letargi) boleh berlaku. Rawatan hormon juga merupakan rawatan yang masih di dalam percubaan di beberapa negara. Terapi radiasi atau sinaran memainkan peranan yang kecil sahaja di dalam merawat kanser hati ini. Kebanyakan tumor primer yang merebak ke hati mewujudkan pertentangan terhadap terapi sinaran, manakala hati yang sihat sangat mudah terjejas oleh radiasi. Terapi pancaran sinaran luaran ataupun gabungannya dengan kemoterapi digunakan sebagai rawatan paliatif (rawatan untuk melegakan sahaja tetapi tidak boleh memulihkan) bagi hepatoma. Rawatannya akan menjadi lebih berkesan jika kanser tersebut dikesan awal.

RAWATAN AM

Rawatan pilihan utama kanser hati ialah pembedahan dan diikuti dengan kemoterapi dan terapi sinaran atau radiasi.

RAWATAN BUKAN FARMAKOLOGI

Walaupun pelbagai kemajuan telah dicapai dalam kaedah rawatan pelbagai jenis kanser sejak sedekad yang lalu tetapi, rawatan bagi kanser hati tetap sukar dan mencabar. Keadaan hati yang teruk disebabkan sirosis dan juga hepatitis kronik selalunya membataskan pemilihan terhadap rawatan. Sehingga kini, pemilihan rawatan adalah amat terhad.

Pembedahan

Pembedahan bergantung kepada saiz dan lokasi kanser hati dan juga keadaan bahagian hati yang lain. Hepatoma berbaur dan juga hati yang mengalami sirosis teruk biasanya dianggap sebagai tidak boleh lagi dibedah. Bagi ketumbuhan yang kecil, cuma sebahagian daripada segmen atau satu segmen pada hati sahaja akan dibuang. Ini merupakan pilihan yang selalu dibuat terutamanya jika terjadinya sirosis. Ketumbuhan atau lesi yang lebih besar memerlukan pembedahan untuk membuang bahagian yang lebih besar atau beberapa segmen hati. Kadar kematian disebabkan pembedahan bergantung pada jumlah tisu yang dibuang dan jumlah tisu yang kekal selepas pembedahan. Jenis dan keterukan kanser, kewujudan sirosis dan hepatitis menentukan kemandirian pesakit.

Apakah prognosis bagi kanser hati?

Purata pesakit kanser hati dilapor dapat meneruskan hidup hanya untuk jangka 4-8 bulan sahaja selepas didiagnos. Keterukan kanser hati, kerosakan hati yang awal disebabkan oleh hepatitis B atau pengambilan alkohol dan kebolehbedahan kanser tersebut, akan menentukan kemandirian pesakit kanser hati. Jika pembedahan mampu memulihkan kanser, peluang untuk pesakit meneruskan hidupnya selama 5 tahun lagi adalah tinggi, hampir 46%.terkejut beruk aku bila baca yang ni....

Bagaimanakah kanser hati ini boleh dicegah?

Antara langkah-langkah pencegahan yang boleh diambil ialah:
Dapatkan imunisasi Hepatitis B seperti yang dijadualkan.  Elakkan pengambilan alkohol berlebihan.  Menjalani pemeriksaan kesihatan apabila terdapatnya perubahan tertentu pada kesihatan anda khususnya yang berkaitan dengan tanda-tanda amaran kanser