Aku Memohon Kepada-Mu

“Wahai pemilik cinta yang hakiki, pandulah kami..bimbinglah kami. Jangan biarkan kami sendiri melayari kehidupan ini. Biarlah kesakitan yang ENGKAU berikan sebagai kaffarah dosa dan silap kami. Sakit yang nampak di mata, jua sakit yang menyelinap ke dalam jiwa. Bantulah kami untuk mensucikan ruh dan hati. Izinkan kami menyintai dengan Cinta dan Kasih yang suci dari-Mu..sesungguhnya cinta, kasih dan sayang kami hanya kerana-Mu, Ya Rabbi.”
Ameen..ameen.

4 April 2011

LONESOME!!



Kerana cinta aku terluka.... 
Menitis air mata karna cinta itu datang dari hatiku yang tulus ikhlas 

Tapi apakan daya, hatimu telah berubah Walau apa pun yang terjadi,  

Api sayang, kasih, cinta aku terhadapmu akan sentiasa menyala dihati ini dan ia tidak akan pernah padam.  

Aku akan menunggumu selama mana yang kau perlu biarpun beribu tahun,

Aku akan menantimu seperti mana kau pernah menantiku dahulu, 

Aku akan menjaga cinta ini biarpun ada yang cuba merampasnya, 

Aku akan pertahankan dirimu biarpun ada yang menjauhkan dirimu dari diriku, 

Kerana Aku terlanjur mencintai Dirimu Dan ku tahu kita diciptakan bersama. 

Aku berharap kitakan bertemu Dipintu Syurga. 

Terima kasih kerana membuat diriku mencintai


Dan aku pun tak pernah sedetik pun mengingikan kau pergi dari hatiku...  
Tapi ternyata kesetiaaku tak mampu..membuat dirimu tetap disini duduk bersamaku... 

Mengisi ruang hatiku..
Meski ku masih sayang dan cinta.. kasihmu juga masih tetap ada dihatiku, tapi dirimu sekarang telah berubah hingga sampai ku tak mengenalimu lagi...  Biarlah kasihmu kan ku simpan didalam gudang hatiku,dan takan pernah ku buka kecuali bila dirimu memang inginkan lagi duduk disini..   Entah kan berapa lama kau pergi tinggalkan ruang kosong dalam hatiku, ataukah memang ku harus mengisinya dengan yang lain, meski aku sendiri tidak menginginkan gantian...  Kehangatan suaramu yg indah dulu kini kurasa dingin, sedingin hatiku yg mulai beku di sapa pantulan dinginya yg telah kau ciptakan... Sebenarnya aku sudah berusaha untuk bersabar, tapi ternyata bersabar itu agak sulit bagi diriku ,meski kata orang bersabar itu indah..   Maafkan aku ya, bila aku diam bukan bererti ku marah, tapi ku hanya ingin hening sesaat, agar ku dapat menata hatiku kembali seperti dulu...  Biarlah semua yg pernah ada aku lukis sebagai bait kenangan kehidupanku, meski aku tak pernah mengkuburnya,karna rasa sayang itu indah...  
Dan hapuslah semua cerita tentangku, namaku di hatimu dan semua ceritaku yg pernah ada agar aku lebih tenang tanpa hadirmu..  

 
Pergilah kasih bila pilihanmu itu dapat membuatmu bahagia lebih dari ketika kau bersamaku.... 
Aku sudah rela, karna aku pun tak mahu menjadi seorang yg EGO.  

Tak usahlah kau kembali padaku atau bertitip salam jika itu hanya sesuatu kebimbangan, karna salammu hanya akan membuat ku sedih dan berduka.... 
Aku telah berhenti berharap padamu, kerana adanya dirimu sekarang bukanlah yg pernah aku kenali dulu...kini orang lain..  Biarlah memang aku takan bersedih lagi... Mudah-mudahan aku sanggup menjadi seorang yg sangat sabar, karna bagaimanapun bersabar itu indah....



Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak: ada CINTA, KEKAYAAN,KECANTIKAN, KESEDIHAN, KEGEMBIRAAN dan sebagainya. Awalnya mereka hidup berdampingan dengan baik dan saling melengkapi. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik semakin tinggi dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencuba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki CINTA. Tak lama CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu.
 
"KEKAYAAN! KEKAYAAN! Tolong aku!" teriak CINTA. 
Lalu apa jawab KEKAYAAN, "Aduh! Maaf,CINTA!" kata KEKAYAAN. "Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu i! ni tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini." Lalu KEKAYAAN cepat-cepat mengayuh perahunya pergi meninggalkan CINTA tenggelam. CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya KEGEMBIRAAN lewat dengan perahunya. 
 
"KEGEMBIRAAN! Tolong aku!", teriak CINTA. Namun apa yang terjadi, KEGEMBIRAAN terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tuli tak mendengar teriakan CINTA. Air makin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik. Tak lama lewatlah KECANTIKAN. "KECANTIKAN! Bawalah aku bersamamu!", teriak CINTA. Lalu apa jawab KECANTIKAN, "Wah, CINTA, kamu basah dan kotor.Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut KECANTIKAN. CINTA sedih sekali mendengarnya. CINTA mulai menangis terisak-isak. Apa kesalahanku, mengapa semua orang melupakan aku. Saat itu lewatlah KESEDIHAN. Lalu CINTA memelas, "Oh, KESEDIHAN, bawalah aku bersamamu", kata CIN! TA. Lalu apa kata KESEDIHAN, "Maaf, CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja... ", kata KESEDIHAN sambil terus mengayuh perahunya. CINTA putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. CINTA terus berharap kalau dirinya dapat diselamatlkan. Lalu ia berdoa kepada Tuhannya, oh tuhan tolonglah aku, apa jadinya dunia tanpa aku, tanpa CINTA? Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara,
 
"CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!" CINTA menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua reyot berjanggut putih panjang sedang mengayuh perahunya. Lalu Cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Kemudian di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan CINTA dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sadar, bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang baik hati menyelamatkannya itu. CINTA segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu."Oh, orang tua tadi? Dia adalah "WAKTU", kata orang itu. Lalu CINTA bertanya "Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku", tanya CINTA heran. 
"Sebab", kata orang itu, "hanya WAKTU lah yang tahu berapa nilainya harga sebuah CINTA itu... ...

No comments:

Post a Comment