Aku Memohon Kepada-Mu

“Wahai pemilik cinta yang hakiki, pandulah kami..bimbinglah kami. Jangan biarkan kami sendiri melayari kehidupan ini. Biarlah kesakitan yang ENGKAU berikan sebagai kaffarah dosa dan silap kami. Sakit yang nampak di mata, jua sakit yang menyelinap ke dalam jiwa. Bantulah kami untuk mensucikan ruh dan hati. Izinkan kami menyintai dengan Cinta dan Kasih yang suci dari-Mu..sesungguhnya cinta, kasih dan sayang kami hanya kerana-Mu, Ya Rabbi.”
Ameen..ameen.

13 April 2011

MATA HATI....

Bila mata hati membuka tabir tirai sebuah kehidupan manusiawi. Tiada siapa merenungnya ke dalam jiwa nur iman firdausi lakaran sentuhan firman dari KasihNya.



Pabila saat itu,
Mata memandang kebesaran ilahi,
Akal berfikir dengan kerenah manusiawi,
Kepala mendongak mencari-cari,
Mulut menutur kalam bicara dari ilahi,
Lidah membicarakan tentang pahala dan dosa,
Tangan mencoret pena kurniaan dari ilahi,
Hati yang bersarang mengungkap ceritera maknawi,
Perut merungkai segala bersedap-sedapan,
Kaki menghayun langkah menuju makrifatullah.

Sebuah janji telah terpateri dari pemilik diri bahawa tiada siapa yang dapat menyangkalnya. Seusai mata melebar pada sebuah pentas penghidupan untuk memenuhi bekalan yang akan berseteru langkahnya kepada sebuah kota yang kekal abadi. Gemerlapan dalam gapaian seorang insan mentadabbur tentangNya. Sungguh 'lucky' insan itu melebar jalurkan dalam pentas scenario perjalanannya. Gerakan pentas itu semakin terisi dengan kesedapan seperti di alami oleh perut. Tetapi, sekalian manusia itu perlu sentiasa mengisi terus menerus agar tidak gersang meliputi dalam nur iman daripada gelombang anasir yang bercanggah dengan aturan yang telah ditetapkan dariNya. Memohonlah dariNya agar terpelihara santunan iman di segenap sanubari. Dalam gerakan sanubari rindukan cinta dariNya bersemi di hati agar menjadi insan yang lebih matang menghadapi hidup dengan naungan cintaNya melekat di nur iman bercahaya kemilauan.
Jika saat itu telah tiba,tiada lagi hati yang gundah.Merangkap tanda syukur pada ilahi betapa besar nikmat yang telah di berikan. Di ceritakan oleh ceritera kalam dariNya, berdoalah kepadaKu, berdoalah kepadaKu, nescaya akanKu perkenankan doamu.

Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan kami Telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya),
(QS:alhijr:16)

Mata hati iman melihat keindahan yang ada di langit dan di bumi. Bagi orang-orang yang memandang dan berfikir dengan setiap ciptaan dariNya pasti akan merasai dengan tanda syukur segala nikmat yang telah di berikan.

Merenungi langit seolah-olah melihat kekuasaan Allah ketika berlakunya isra' mikraj kepada Nabiyullah s.a.w, Subhanallah!

Memandang tanah seolah-olah melihat kejadian manusia pada asalnya dari sari pati tanah kepada diri yang merasa betapa kerdilnya diri, Alhamdulillah!

Menapak diri pada bumi seolah-olah mengabdikan diri kepadaNya andai hari esok sudah tiada lenyap di telan bumi, Lailaahaillallah!

Merindukan hirupan angin seolah-olah mendapat merasai hembusan nafas kepada sebuah kehidupan yang berdamping di singgah sana yang sementara, Allahuakbar!

Meresapi pada siang hari yang terik mentari melaksanakan fardhu ain dan kifayah semata-mata tuntutan sebagai khalifah di muka bumi, Syukurilah!

Mentadabbur pada malam hari dengan melihat kerlipan gugusan bintang yang indah bertemu denganNya dalam dakapan rindu dan semata-mata mengharap redhaNya. Astaghfirullah!

Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. (QS:al-imran:5)

Maha suci Allah, tidak ada pun yang tersembunyi dari pandanganNya melainkan hanya Dia yang mengetahui segala-galanya.Subhanallah.Walaupun diri kita menyorok di segenap penjuru hingga ke hujung dunia, Dia mengetahui segala-galanya apa yang telah engkau telah perbuat.

Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur)[ketika peperangan badar berlaku]. Segolongan berperang di jalan
Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan
bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.
( QS : al-imran :13)

Ada sebuah kisah yang ingin diceritakan jika manusia itu tidak melihat dengan mata hati. Kisah ini mungkin masih ada yang berlaku pada zaman era globalisasi pada zaman ini mungkin ada yang marah, tetapi ingat jika kita asyik terus menerus memarahi, ianya sia-sia. Kita ada mata, kita ada hati, bukalah dengan mata hati. Ikuti kisah ini, sebagai madah hati untuk pelajaran. Buka mata,sedarlah, sedarlah dengan mata hati sebagai manusia biasa yang tak pernah lpeas dari membuat kesilapan


Mata Hati
Manusia seringkali alpha,
Dengan mengecapi dunia,
Sehingga di depan mata,
Ia terlepas dari memandang.
Mata hati,
Berikan jalan,
Dalam singgahsana ini,
Untuk tiraian tasbih.
Mata hati,
Tunjukkan perjalanannya,
Mata melihat dengan hati,
Dan hati melihat dengan mata.
Ku buka sinar ruh,
Untuk gapaian mata hati,
Bersama santunan firman dan sunnahnya,
Yang di kecap sebagai seorang hamba ilahi.
Bertuturlah dalam hidup,
Dengan serpihan manusiawi,
Agar terasa nikmat sebagai seorang insan,
Yang hidup di bumi yang makin uzur ini.

Sebelum terlena di buai dari kegersangan hati yang angkuh. Jangan kita lupa, kita ini dari sari pati mani yang paling jijik dan busuk hinggalah kita di lahirkan di dunia dengan sebersih-bersih putih nan kain kapas yang suci. Dalam hidup, kita perlu ada toleransi dan peka dengan keadaan sekeliling dan dengan orang yang terdekat dengan kita. Usah digembleng dengan emosi, kita jua yang bakal menyesal kemudian hari. Ku titipkan sebuah kisah ini sebagai iktibar dalam hidup dan jangan lupa, Allah melihat kita segala- galanya tak tertinggal sedikit pun walau kita bersembunyi dariNya.Dari hadith arbai’en an-Nabawiyyah (yang ke 18) yang di susun oleh Imam Nawawi ini di titip sebagai penutup bingkisan dalam mata hati, Bertaqwalah di Mana pun Kau Berada.
Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman Muadz bin Jabal ra., Rasulullah saw.bersabda, “bertaqwalah kamu kepada Allah di manapun kamu berada, iringilah kesalahan kamu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya dan pergauilah semua manusia dengan budi pekerti yang baik.”(HR Tirmidzi. Ia berkata, “Hadits hasan dalam kitab lainnya dikatakan, hadits hasan sahih.”).

kedatangan yang dirindui selama ini....
berbulan lamanya dinantikan....
pada saat akhirnya bertemu jua........

No comments:

Post a Comment